translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Penjahat Perang Nazi Paling Kejam Tinggal di Budapest








(Foto:dok/abcnews.com)

Ia membunuh hampir 16.000 warga Yahudi.
NEW YORK - Salah satu penjahat Perang Dunia II sekaligus anggota Nazi yang paling sadis ternyata masih hidup dan tinggal di Budapest. Namun setelah sekian lama tidak terlacak sebagai buronan internasional paling dicari di dunia, akhirnya identitasnya terungkap juga.

Laszlo Csatary yang kini berusia 97 tahun, selama ini diajukan ke pengadilan secara in absentia dan dijatuhi hukuman mati karena telah membunuh hampir 16.000 warga Yahudi.

"Dia termasuk orang yang paling sadis," kata Peter Feldmajer, presiden komunitas Yahudi di Hungaria. "Dia membangun kamp untuk menyiksa orang kaya sehingga mereka mau mengaku dimana mereka menyembunyikan uang mereka."

Laszlo Karsai, pakar sejarawan holocaust yang paling terkenal di Hungaria yang neneknya meninggal di Auschwits menyebut bahwa Csatary sangat kejam.

"Ada dua kesaksian dari petugas Jerman di Kosice yang harus menghentikan dia menyiksa para perempuan Yahudi. Dia membuat para perempuan menggali lubang kubur mereka dengan tangan mereka sendiri," kata Karsai kepada ABCNews .

"Tapi apa yang bisa Anda lakukan terhadap laki-laki berusia 97 tahun yang sangat, sangat sadis 68 tahun yang lalu?" tanya Karsai.

Bagi para tetangganya di Budapest, Csatary dikenal sebagai lelaki tua pendiam dan baik. Namun Ladislaus Czizsik-Csatary menempati urutan pertama dalam daftar Simone Wiesenthal Center sebagai tersangka penjahat perang yang paling dicari.

Sebenarnya Csatary tidak pernah menyembunyikan identitasnya. Selama bertahun-tahun tinggal di Budapest, dia menggunakan nama aslinya dam setidaknya menggunakan dua alamat. Mobilnya masih diparkir di dalam garasi sebuah rumah mewah di Jalan Jagello. Namun, seperti dilaporkan media, ketika pekan ini polisi mendatangi kedua rumahnya, ia tidak ditemukan.

Wiesenthal Center, yang khusus melacak penjahat perang di zaman Nazi, telah mengatakan kepada para jaksa Hungaria bahwa mereka meyakini bahwa Csatary adalah lelaki yang di tahun 1944 silam pernah bekerja sebagai kepala kepolisian di ghetto yang terletak di sebuah kota di Slovakia, Kosice, yang dulu masuk dalam wilayah Hungaria. Csatary berperan penting dalam mengirim 300 warga Yahudi ke Kamyanets-Podilsky di Ukraina dimana mereka dibunuh dan juga membantu mengorganisir pengiriman dari 15.700 warga Yahudi ke kamp konsentrasi di Auschwitz, Polandia.

Karsai mengakui bila Csatary sangat sadis, namun ia tidak sepakat dengan Wiesenthal Center yang menyatakan bahwa Csatary adalah seorang pentolan Nazi yang terkemuka, meski ia juga berpendapat bahwa Csatary haruslah dibawa ke pengadilan karena kejahatan yang dilakukannya di Hungaria.

Csatary telah diajukan ke pengadilan secara in absentia dan dijatuhi hukuman mati karena terbukti melakukan kejahatan perang di Republik Cek tahun 1948.

Ia tiba di Nova Scotia sebagai pengungsi dengan menggunakan nama samaran, menjadi warga negara Kanada di tahun 1955 dan bekerja sebagai seorang penjual benda seni di Montreal. Tahun 1955, pihak berwenang menemukan nama aslinya dan mencabut kewarganegaraannya. Sebelum meninggalkan Kanada, ia mengaku di hadapan para penyelidik Kanada bahwa ia ikut serta dalam mendeportasi sejumlah warga Yahudi, namun menyatakan bahwa perannya sangat terbatas.

Kini para jaksa Hungaria terus ditekan untuk melakukan aksi. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin (16/7), jaksa mengatakan bahwa proses penyelidikan sangat rumit karena kejahatan tersebut dilakukan sudah lama dan di negara lain.

"Kejahatan itu dilakukan 68 tahun yang lalu di kawasan yang berada dalam yurisdiksi negara lain - yang juga menimbulkan sejumlah penyelidikan dan masalah hukum lainnya," ujar pernyataan tersebut.

Tahun lalu, sebuah pengadilan di Hungaria membebaskan buronan lainnya yang paling dicari berdasarkan daftar Wiesenthal Center, Sandor Kepiro, yang dituduh membantu mengorganisir pembunuhan massal sekitar 3.000 warga sipil di sebuah kota Serbia, Novi Sad di tahun 1942. Jaksa Penuntut Umum kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut, namun Kepiro meninggal dunia.

Kasus ini terjadi di masa-masa sensitif bagi Hungaria yang tengah menghadapi meningkatnya gerakan anti-Yahudi dalam beberapa bulan terakhir ini, sementara para pejabat setempat berusaha untuk menekan meluasnya gerakan ini.
READMORE
 

Nazi Si Pembantai Sadis Tewas Digantung, Tapi Ternyata...


Nazi Si Pembantai Sadis Tewas Digantung, Tapi Ternyata...

Semua tak akan melupakan sejarah kelam soal Nazi. Kelompok Jerman yang dipimpin Adolf Hitler itu terkenal sebagai pembantai sadis puluhan ribu orang. Kini ada penemuan baru soal algojo Nazi yang membantai puluhan ribu orang Yahudi dan Polandia selama Perang Dunia Kedua. Amon Goeth namanya.

Buku sejarah menyebut Amon seorang pimpinan kamp Nazi itu mati karena dieksekusi di tiang gantung. Eksekusi terhadap Amon itu sempat difilmkan dengan durasi pendek tak sampai 1 menit pada tahun 1946. Dalam film hitam putih itu, Amon terlihat dituntun ke tiang gantung.

Tetapi ternyata, baru-baru ini terkuak bahwa yang digantung dalam video itu bukanlah Amon, melainkan orang lain. Sebuah film dokumenter baru dari National Geographic menunjukkan video itu ternyata diambil pada tahun 1947 -- yang membuktikan bukan Amon yang digantung, tetapi Dr Ludwig Fischer.

Sejarawan Suzannah Lipscomb meyakini bukan Amon yang digantung. Ia menduga sang pembantai sadis itu mati dibunuh. Bersama presenter TV terkemuka Joe Crowley, Lipscomb juga percaya Amon tidak melarikan diri seperti Adolf Eichmann dan Joseph Mengele.

"Saya tidak percaya ia (Amon) melarikan diri seperti petinggi Nazi lainnya," ungkapnya, seperti dilansirDailymail, Jumat (22/3/2013).

Lipscomb berharap dengan analisa dan dugannya, peneliti lain akan mencari tahu lebih jauh tentang apa yang terjadi pada Amon hingga akhir hayatnya.

Meski demikian, pernyataan Lipscomb ini belum dapat dipercaya 100%. Sebab sejumlah pihak masih bersikeras yakin, Amon mati digantung.

"Berdasarkan catatan akurat dan sumber internet, Amon mati di tiang gantungan. Kami tahu dia dieksekusi dan ada 1 pendapat yang belum dikonfirmasi, mengatakan saat mengeksekusi, para algojo sempat berjuang, karena tubuh Amon terlalu tinggi," ungkap Direktur film dokumenter Amon Goeth, David Caldwell-Evans.

Tapi David tidak mengetahui di mana Amon dimakamkan. Ia mengaku belum menemukan bukti tempat Amon disemayamkan. "Mungkin saja ia dikremasi dan abunya dibuang di sungai. Atau mungkin tubuhnya telah disumbangkan ke sekolah kedokteran. Kami tidak tahu," katanya.

Pembantai Sadis

Amon dikenal sebagai pimpinan kamp konsentrasi Kraksow-Plaszow di Polandia yang senang membantai secara sadis. Dalam film Schindler's List, Amon yang diperankan Ralph Fiennes -- yang meraih Oscar -- membantai puluhan ribu orang Yahudi dan Polandia selama Perang Dunia Kedua. Ia lebih sering menghabisi nyawa puluhan ribu orang dengan tangannya sendiri daripada menyuruh anak buahnya.

Seolah tak punya hati nurani, Amon sangat senang menembak bayi untuk bersenang-senang. Ia sangat bahagia ketika korban meninggal secara perlahan-lahan dan menyakitkan. Bahkan, Amon pernah memerintahkan 20 anjingnya untuk membantai tahanan hingga tewas.

Amon kemudian ditangkap pada tahun 1945 setelah pasukan Jerman melarikan diri ke Polandia. Dia kemudian berada di jeratan pihak berwenang Polandia. Dalam persidangan, Amon dinyatakan bersalah atas perintah pembunuhan 8.000 orang Yahudi, pelaku pembantaian terhadap lebih dari 2.000 orang.

Hingga saat ini, belum ada bukti detail tentang kematian Amon. Juga tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan jenazahnya. (Riz)
by;awang dharmawan.
READMORE
 

Presiden Jerman Dikirim Paket Misterius, Bom atau Racun?


dailymail.co.uk

Liputan6.com, Berlin : Sebuah paket mencurigakan berisi surat dikirim ke kantor Presiden Jerman Joachim Gauck. Insiden ini terjadi 3 hari setelah Presiden Amerika Serikat Barack Obama dikirim surat misterius mengandung racun ricin.

Awalnya, aparat keamanan Jerman menduga bahwa surat yang dikirim kepada Presiden Joachim Gauck itu adalah paket bom atau racun. Tapi setelah diselidiki ternyata tidak mengandung apa pun. Tak ada bahan peledak. Juga tidak berisi racun.

"Ketakutan akan adanya bom atau racun di dalam surat cuma pertanda palsu. Hasil tes tidak membuktikan adanya zat ledak berdaya tinggi," ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman yang tak disebutkan namanya, seperti dilansir Deutsche Welle, Sabtu (20/4/2013).

Konfirmasi ini membantah kabar sebelumnya yang menyatakan polisi tengah melakukan peledakan terkendali atas paket itu di sebuah taman dekat Istana Presiden di Berlin.

Kini Kepolisian Jerman telah menghancurkan surat tersebut. "Sudah dihancurkan karena ternyata tidak mengandung bahan peledak," kata penyelidik federal.

Surat Beracun ke Obama

Insiden itu terjadi 3 hari setelah pihak bewenang AS menyebut ada seorang pria yang mengirim surat mengandung racun kepada Presiden Barack Obama dan seorang senator AS.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa surat-surat itu positif mengandung bahan risin, racun sangat mematikan yang dibuat dari kacang kastor.

Dinas intelijen AS mengatakan, surat kepada Obama ditemukan di sebuah tempat penyaringan surat pada Selasa 16 April, dan pada hari itu pula pihak berwenang menyatakan bahwa surat yang dikirim kepada Wicker juga menunjukkan tanda-tanda risin.

Pengamanan diperketat di Washington setelah 2 ledakan bom di dekat garis finish pada Marathon Boston yang menewaskan 3 orang dan mencederai sekitar 180 pada Senin.

Dua bersaudara etnik Chechnya dinyatakan sebagai tersangka serangan bom pada Marathon Boston itu. Mereka adalah Tamerlan Tsarnaev (26) yang tewas ditembak oleh polisi di Boston dan adiknya, Dzhokhar Tsarnaev (19), yang kini telah tertangkap hidup-hidup. (Riz)
READMORE
 

Rahasia Kelam Aktor Jerman Terkuak: Eks Tentara Nazi Hitler


Horst Tappert.Liputan6.com, Berlin : Lembaga penyiaran publik Jerman, ZDF memutuskan untuk menghentikan tayangan ulang serial detektif kriminal "Derrick". Setelah terkuak bahwa aktor utamanya bekas anggota Waffen SS, tentaranya Adolf Hitler.

Horst Tappert, yang menjadi pemeran utama -- seorang detektif bermata lebar yang populer dari tahun 1974-1998 dalam program yang ditayangkan di lebih dari 100 negara, adalah eks anggota resimen tank SS di front Rusia. Demikian terungkap dalam arsip yang dirilis bulan lalu.

"ZDF terkejut dan terganggu oleh berita bahwa Horst Tappert ternyata adalah anggota Waffen SS," kata juru bicara ZDF, Peter Bogenschuetz seperti dimuat News.com.au, Jumat (3/5/2013). "Kami tak punya rencana untuk kembali menayangkannya serial itu."

Arsip militer yang diungkap peneliti menunjukan, Tappert bergabung di Waffen SS di akhir tahun 1943, kala itu ia berusia 20 tahun.

Tappert, yang meninggal pada tahun 2008, tutup mulut soal rahasianya itu. Dalam wawancara maupun memoarnya, ia justru mengaku bergabung sebagai paramedis, sebelum akhirnya ditahan di akhir perang.

Sementara itu, televisi Belanda, Omroep MAX mengaku membatalkan rencana untuk memutar sekitar 20 episode "Derrick" Juli nanti.

"Aku sangat terkejut dengan kabar itu. Sungguh sesuatu yang tak diharapkan," kata pimpinan Omroep MAX, Jan Slagter kepada NOS. "Kami tak bisa menghormati aktor yang berbohong soal masa lalunya."

Gelombang kejut terutama melanda negara bagian Bavaria, Jerman, yang menjadi setting serial "Derrick". Gelar "detektif kehormatan polisi Bavaria" yang disematkan pada Tappert pada tahun 1980 sedang dipertimbangkan untuk dicabut.

"Jika sebelumnya kami tahu Horst Tappert punya kaitan dengan Waffen SS, kami tak akan mengabulkan permintaan gelar itu," kata juru bicara kementerian dalam negeri.

Pasukan Mengerikan

Tapert bukan satu-satunya. Sejumlah orang terkemuka di Jerman memilih tutup mulut soal masa lalunya di Waffen SS.

Pada tahun 2006, enam dekade setelah Perang Dunia II, Peraih Nobel sastra, Gunter Grass baru mengakui bahwa ia pernah menjadi anggota Waffen SS pada usia 17 tahun.

Waffen SS awalnya adalah unit bersenjata dari barisan pengawal Hitler yang ditakuti. Para anggotanya terdiri atas para pemuda pilihan, yang memiliki fisik kuat dan telah teruji kemurnian ras Arya-nya.

Setelah itu, selama Perang Dunia II, kekuatan Waffen-SS membengkak. Pasukan itu bertanggung jawab melaksanakan kekejaman terburuk Nazi.

Setelah perang, Pengadilan Nuremberg menvonis Waffen SS sebagai sebuah organisasi kriminal. Bukan hanya dikarenakan keterkaitannya dengan kamp-kamp konsentrasi dan unit-unit pembunuh mobil SS namun juga karena tindakan kekejaman terhadap penduduk sipil maupun tawanan perang yang dilakukan sejumlah unit tempurnya. (Ein)
READMORE
 

PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MELAWAN PENJAJAH 5.2 SITI SYARAH


Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah



Pada abad ke-16 berlayarlah bangsa-bangsa Eropa ke wilayah Timur. Diantaranya adalah Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Tujuan mereka mencari rempah-rempah. Selain itu mereka juga menyebarkan agama Kristen. Dari pelayaran tersebut sampailah mereka ke Nusantara. Setelah sampai di Nusantara timbullah keserakahan mereka. Semula mereka hanya berdagang kemudian mereka ingin menguasai Nusantara. Diantara mereka yang paling lama menguasai dan menjajah Indonesia adalah bangsa Belanda. Kita akan mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam membebaskan dirinya dari belenggu penjajahan. Bagaimana para pemuda bangsa terketuk hatinya untuk mengadakan gerakan nasional. Peranan para pemuda yang sangat besar sehingga lahir sumpah pemuda. Bagaimana kalian meneladani jejaknya? kalian akan bangga bukan? Tentunya kita harus bangga pada tokoh pejuang bangsa kita.
A. Penjajahan Belanda di Indonesia

Sebelum mempelajari materi yang baru, adakah di antara kalian yang belum memahami materi yang lalu? Sekarang marilah kita pelajari tentang perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Untuk mengawali, perhatikan penjelasan tentang kedatangan penjajah Belanda di Indonesia. Tahun 1596 Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman, pertama kali mendarat di Banten. Tahun 1602 Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie ) di Batavia untuk memperkuat kedudukannya. VOC mempunyai hak istimewa disebut Octroi. Gubernur Jendral VOC pertama Pieter Both, kemudian digantikan J. P. Coen.



VOC ingin menguasai pusat-pusat perdagangan, seperti Batavia, Banten, Selat Sunda, Makasar, Maluku, Mataram (Jawa), dan berbagai daerah strategis lain. Belanda dapat menguasai Nusantara karena politik kejam mereka yaitu politik adu domba. Belanda mengadu domba raja-raja di daerah sehingga mereka terhasut dan terjadilah perang saudara dan perebutan tahta kerajaan. Belanda membantu pemberontakan dengan meminta imbalan daerah kekuasaan dagang (monopoli perdagangan). Akhir abad ke-18 VOC bangkrut dan dibubarkan tanggal 31 Desember 1799. Indonesia diperintah oleh Kolonial Belanda dengan gubernur jendral pertama Daendels yang sangat kejam. Rakyat dipaksa kerja rodi membuat jalan sepanjang 1.000 km (dari Anyer–Panarukan), mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya juga membangun Pelabuhan Merak. Daendels digantikan Jansens yang kemudian dikalahkan Inggris. Tahun 1816 Indonesia dikembalikan ke Belanda, dengan Van den Bosch sebagai gubernur. Ia menerapkan politik tanam paksa. Tujuannya untuk mengisi kas Belanda yang kosong.Tanam paksa menyengsarakan rakyat, selain rakyat dipaksa menanam 1/5 tanahnya dengan ketentuan Belanda, mereka juga dipaksa membayar pajak dan ganti rugi tanaman.
1. Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Mataram (Tahun 1628 dan Tahun 1629)

Raden Mas Rangsang menggantikan Raden Ma Martapura dengan gelar Sultan Agung Senapati Ing Alogo Ngabdurrachman. Ia adalah Raja Mataram yang memakai gelar Sultan, sehingga lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Sultan Agung memerintah Mataram dari tahun 1613–1645. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Mataram mencapai kejayaan. Dalam memerintah kerajaan, ia bertujuan mempertahankan seluruh tanah Jawa dan mengusir Belanda dari Batavia.



Pada masa pemerintahannya, Mataram menyerang ke Batavia dua kali (tahun 1628 dan tahun 1629), namun gagal. Dengan kegagalan tersebut, membuat Sultan Agung makin memperketat penjagaan daerah perbatasan yang dekat Batavia, sehingga Belanda sulit menembus Mataram. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan digantikan putranya bergelar Amangkurat I.
2. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten (1650–1682)

Sultan Ageng Tirtayasa memerintah Banten dari tahun 1650–1692. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Banten mengalami masa kejayaan. Ia berusaha memperluas kerajaannya dan dan mengusir Belanda dari Batavia. Banten mendukung perlawanan Mataram terhadap Belanda di Batavia. Sultan Ageng Tirtayasa memajukan aktivitas perdagangan agar dapat bersaing dengan Belanda. Selain itu juga memerintahkan pasukan kerajaan Banten untuk mengadakan perlawanan terhadap Belanda di Batavia. Kemudian mengadakan perusakan perkebunan tebu milik Belanda di Ciangke. Menghadapi gerakan tersebut membuat Belanda kewalahan. Pada tahun 1671 Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putra mahkota menjadi raja pembantu dengan gelar Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji). Sejak saat itu Sultan Ageng Tirtayasa beristirahat di Tirtayasa.
3. Sultan Hasanudin dari Makasar Sulawesi Selatan yang Mendapat

Julukan Ayam Jantan dari Timur Pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin, Kerajaan Makasar mencapai masa kejayaan. Cita-cita Sultan Hasanudin untuk menguasai jalur perdagangan Nusantara mendorong perluasan kekuasaan ke kepulauan Nusa Tenggara. Hal itu mendapat tentangan Belanda. Pertentangan tersebut sering menimbulkan peperangan. Keberanian Sultan Hasanudin dalam memimpin pasukan Kerajaan Makasar mengakibatkan kedudukan Belanda semakin terdesak. Atas keberanian Sultan Hasanudin, Belanda menjulukinya dengan sebutan “Ayam Jantan dari Timur”.
4. Pattimura (Thomas Matulesi) dari Maluku

Pada tanggal 16 Mei 1817 Rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura (Thomas Matulesi) mengadakan penyerbuan ke pos Belanda dan berhasil merebut benteng Duurstede. Dari Saparua perlawanan meluas ke tempat lain seperti Seram, Haruku, Larike, dan Wakasihu. Hampir seluruh Maluku melakukan perlawanan, sehingga Belanda merasa kewalahan. Pada tanggal 15 Oktober 1817, Belanda mulai mengadakan serangan besar-besaran. Pada bulan November 1817 Thomas Matulesi berhasil ditangkap.
5. Imam Bonjol dari Sumatra Barat

Rakyat Minangkabau bersatu melawan Belanda. Terjadi pada tahun 1830– 1837. Perlawanan terhadap Belanda di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol. Untuk mengatasi perlawanan rakyak Minangkabau, Belanda menerapkan siasat adu domba. Dalam menerapkan siasat ini Belanda mengirimkan pasukan dari Jawa di bawah pimpinan Sentot Prawiradirja. Ternyata Sentot beserta pasukannya membatu kaum padri. Karena itu Sentot ditangkap dan diasingkan ke Cianjur,Jawa Barat. Pada akhir tahun 1834, Belanda memusatkan pasukannya menduduki kota Bonjol. Tanggal 16 Juni 1835, pasukan Belanda menembaki Kota Bonjol dengan meriam. Dengan tembakan meriam yang sangat gencar Belanda berhasil merebut Benteng Bonjol. Akhirnya pada tanggal 25 Oktober 1837 Tuanku Imam Bonjol menyerah. Dengan menyerahnya Tuanku Imam Bonjol berarti padamlah perlawanan rakyat Minangkabau terhadap Belanda.


6. Diponegoro (Ontowiryo) dari Yogyakarta (1825 – 1830)

Pangeran Diponegoro dengan nama kecil Raden Mas Ontowiryo, putra sulung Sultan Hamengkubowono III, lahir pada tahun 1785. Melihat penderitaan rakyat, hatinya tergerak untuk memperjuangkannya. Perlawanan Diponegoro pemicu utamanya adalah pemasangan tiang pancang membuat jalan menuju Magelang. Pemasangannya melewati makam leluhur Diponegoro yang dilakukan tanpa izin. Karena mendapat tentangan, pada tanggal 20 Juli 1825 Belanda melakukan serangan ke Tegalrejo. Namun dalam serangan tersebut tidak berhasil menemukan Diponegoro, karena sebelumnya Diponegoro telah memindahkan markasnya di Selarong. Dalam perlawanan melawan Belanda Pangeran Diponegoro dibantu Pangeran Mangkubumi, Sentot Pawirodirjo, Pangeran Suriatmojo, dan Dipokusumo. Bantuan dari ulama pun ada, yaitu dari Kyai Mojo dan Kyai Kasan Basri



Untuk mematahkan perlawanan Diponegoro, Belanda melaksanakan siasat Benteng Stelsel (sistem benteng). Dengan berbagai siasat, akhirnya Belanda berhasil membujuk para pemimpin untuk menyerah. Melihat hal itu, Pangeran Diponegoro merasa terpukul. Dalam perlawanannya akhirnya Pangeran Diponegoro terbujuk untuk berunding. Dalam perundingan, beliau ditangkap dan diasingkan ke Makasar sampai akhirnya meninggal dunia pada tanggal 8 Januari 1855.
7. Pangeran Antasari dari Banjarmasin

Perlawanan rakyat Banjar dipimpin oleh Pangeran Hidayat dan Pangeran Antasari. Perlawanan tersebut terkenal dengan Perang Banjar, berlangsung dari tahun 1859–1863. Setelah Pangeran Hidayat ditangkap dan diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat perlawanan rakyat Banjar masih terus dilakukan dipimpin oleh Pangeran Antasari. Atas keberhasilan memimpin perlawanan, Pangeran Antasari diangkat sebagai pemimpin agama tertinggi dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. Beliau terus mengadakan perlawanan sampai wafat tanggal 11 Oktober 1862.


8. Sisingamangaraja XII dari Tapanuli Sumatra Utara

Sisingamangaraja lahir di Baakara, Tapanuli pada 1849 dan menjadi raja pada tahun 1867. Saat bertahta, ia sangat menentang penjajah dan melakukan perlawanan, akibatnya ia dikejar-kejar oleh penjajah. Setelah tiga tahun dikejar Belanda, akhirnya persembunyian Sisingamangaraja diketahui dan dikepung ketat. Pada saat itu komandan pasukan Belanda meminta kembali agar ia menyerah dan menjadi Sultan Batak, namun Sisingamangaraja tetap menolak dan memilih mati daripada menyerah.



B. Pergerakan Nasional Indonesia

Pergerakan nasional adalah perjuangan yang mengikutsertakan seluruh rakyat Indonesia. Latar belakang timbulnya pergerakan nasional adalah rasa senasib dan sepenanggungan, penderitaan rakyat akibat penjajahan, rakyat yang tidak mempunyai tempat mengadu nasib, adanya golongan terpelajar yang sadar akan perjuangan, dan kemenangan Jepang melawan Rusia pada tahun 1905. Sesudah tahun 1908 perjuangan banyak ditempuh dengan jalan diplomasi. Kegagalan perjuangan sebelum tahun 1908 disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut. 1. Belum ada persatuan dan kesatuan di seluruh Nusantara. 2. Perjuangan masih bersifat kedaerahan. 3. Kalah dalam persenjataan dan teknik perang.



Tokoh penting pergerakan nasional antara lain sebagai berikut. 1. R. A. Kartini lahir di Jepara 21 April 1879 Jawa Tengah. Menerbitkan buku Habis Gelap Terbitlah Terang , cita-citanya ingin memajukan kaum wanita sederajat dengan pria. Ia mendapat gelar pahlawan emansipasi wanita. 2. Dewi Sartika dari Jawa Barat. Ia mendirikan sekolah Kautaman Istri. 3. dr. Sutomo, pendiri Budi Utomo pada tangal 20 Mei 1908. BU adalah organisasi pergerakan nasional pertama maka kelahirannya diabadikan sebagai hari kebangkitan nasional yaitu tanggal 20 Mei. 4. K.H. Dewantoro lahir tanggal 2 Mei di Yogyakarta dengan nama kecil R. Suwardi Suryaningrat. Jasa beliau adalah sebagai berikut. a. Pendiri Indische Partij bersama Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusuma. Mereka bertiga dikenal dengan nama Tiga Serangkai. IP berdiri tanggal 25 Desember 1912 di Bandung dengan tujuan ingin mempersatukan Indonesia mencapai kemerdekaan. b. Pendiri Taman Siswa tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta, organisasi pendidikan dan kebangsaan. Ia mempunyai semboyan “Ing ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani .” Karena jasa beliau di bidang pendidikan beliau mendapat gelar Bapak Pendidikan Nasional. Dan tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. 5. Douwes Dekker adalah mantan residen Lebak, ia menulis buku Max Havelaar dengan nama samaran Multatuli. Isi buku menceritakan penderitaan rakyat selama 31 tahun sewaktu dilaksanakan tanam paksa. Buku itu menggegerkan warga Belanda, akhirnya tanam paksa dibubarkan. Douwes Dekker juga ikut mendirikan Indische Partij. Tokoh lain yang ikut dalam pergerakan nasional adalah Saman Hudi (pendiri SDI) dan Hos Cokroaminoto, K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Ir. Soekarno, dan kawan-kawan (pendiri PNI), dan Muh. Hatta (pendiri PI).


C. Peranan Sumpah Pemuda

dipimpin oleh R. Satiman Wirjosandjojo. Tahun 1918 berganti nama dengan Jong Java. Tahun 1917 Moh. Hatta mendirikan Jong Sumatranen Bond (JSB). Tahun 1918 pemuda Ambon mendirikan Jong Ambon. Setelah itu menyusul Jong Celebes, Jong Batak, dan Sekar Rukun (Sunda). Tujuan mulia Trikoro Darmo yaitu sakti, budi, dan bakti. Pada bulan Nopember 1925 organisasi itu mengadakan pertemuan di Jakarta dan sepakat untuk berkumpul kembali. Pada bulan April 1926 diadakan kongres pemuda I di Jakarta. Ketuanya adalah M. Tabrani dan Sumarto sebagai wakilnya. Sekretarisnya adalah Jamaludin Adinegoro, dan Suwarso sebagai bendaharanya. Pada tanggal 27–28 Oktober 1928 diadakan Kongres Pemuda II. Ketua : Soegondo Djojopuspito Wakil Ketua : Djoko Marsaid Sekretaris : Moh. Yamin Bendahara : Amir Syarifudin Kongres Pemuda II menghasilkan Ikrar Sumpah Pemuda yang isinya sebagai berikut. 1. Kami putra-putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. 2. Kami putra-putri Indonesia, mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia. 3. Kami putra-putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sebelum sumpah pemuda dibacakan dinyanyikan lagu Indonesia Raya oleh W.R. Supratman, setelah itu setiap pertemuan dimulai dinyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menggugah semangat pemuda. Pada tanggal 22 Desember 1928 diadakan kongres organisasi wanita di Yogyakarta. Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Untuk membantu militer Jepang dibentuk organisasi Seinendan, Fujinkai, Bogodan (pembantu polisi), Keibodan dan Heiho (pembantu prajurit). Tahun 1943 dibentuk PETA (tentara pembela tanah air) dan giguyun (tentara suka rela) yang bertugas mempertahankan wilayahnya. Untuk kepentingan perang Jepang, rakyat diperas dan dipaksa bekerja. Jepang menggerakkan pekerja paksa yaitu Romusha. Mereka dipaksa bekerja di tengah hutan, di tebing, pantai, sungai untuk membuat lapangan terbang dan kubu-kubu pertahanan serta rel kereta api. Romusha dipekerjakan di dalam dan luar negeri seperti Burma, Malaysia dan Thailand.



Akibat penjajahan Jepang, rakyat kelaparan, kurang pangan, dan sandang. Rakyat dipaksa menanam padi sebanyak-banyaknya dan jarak untuk dijadikan pelumas mesin-mesin dan pesawat. Jepang berkuasa di Indonesia selama kurang lebih tiga setengah tahun. Beberapa tokoh pahlawan yang mengadakan perlawanan terhadap Jepang, yaitu 1. Tengku Abdul Jalil dan Tengku Abdul Hamid memimpin perlawanan di Aceh tahun 1942 dan 1944. 2. K.H. Zainal Mustafa di Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat tahun 1944. 3. Pang Suma di Tayan Pontianak Kalimantan Barat tahun 1944. 4. L.Roemkorem di Papua tahun 1943. 5. Supriyadi di Blitar Jawa Timur tanggal 14 Februari 1945.
Beri Penilaian
READMORE
 

Rahasia Vietnam Mengalahkan Amerika di Perang Vietnam (1957 - 1975)


Perang Vietnam merupakan aib bagi bangsa Amerika Serikat. Mengapa tidak, perang ini telah membuat Amerika Serikat babak belur, baik luar maupun dalam. Di medan perang, tentara AS yang sangat perkasa di Perang Dunia ke-2 benar-benar dibuat tak berdaya oleh keuletan tentara Vietnam Utara (NVA) dan milisi yang biasa disebut Vietcong (VC). Meski tentara AS telah mengembangkan persenjataan yang sangat canggih (penggunaan rudalair-to-air adalah yang pertama kali di dunia digunakan dalam suatu peperangan), tetap aja mereka tak berdaya menghadapi taktik gerilya yang diterapkan NVA dan VC. Gara-gara taktik gerilya itu, AS harus mengeluarkan dana perang yang sangat besar untuk mendukung tentara AS di Vietnam. Dan itu menimbulkan protes keras di dalam negeri sendiri. Gelombang protes silih berganti menuntut pemerintah menarik pasukan AS dari Vietnam. Perang yang berlangsung selama 18 tahun yang merupakan perang terlama yang pernah dialami oleh AS.





Apa yang Menarik?
Ini dia yang menarik, tahukah Anda kalau Ho Chi Minh, Pemimpin Besar Vietnam Utara ternyata belajar menggunakan taktik gerilya dari bukunya Abdul Haris Nasution yang fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare? Ya, Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya ini menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat. Dan buku ini jugalah yang membantu, membimbing dan mendidik Ho Chi Minh menjadi pengatur strategi perang yang andal dan mampu membawa Vietnam menang melawan USA.



Sosok Ho Chi Minh

Adalah buku karya dari Abdul Haris Nasution, atau dikenal dengan nama Jenderal Nasution ternyata telah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa asing dan menjadi bacaan wajib bagi taruna akademi militer sejumlah negara, termasuk di akademi militer West Point, Amerika Serikat.



Buku Strategy of Guerrilla Warfare

Buku Guirrella ini diterbitkan tahun 1953 berdasarkan pengalaman pribadi Abdul Haris Nasution dalam berperang dengan strategi gerilya selama pertempuran untuk merebut kemerdekaan negara Indonesia.


READMORE
 

Tahukah Anda: Nazi Pernah Datang ke Indonesia

Perang dunia II merupakan perang terdasyat sepanjang sejarah manusia, baik dalam segi jumlah korban maupun luas medan pertempuran. Ratusan juta nyawa manusia melayang. Tak seperti perang dunia I yang hanya meliputi medan Eropa saja, Perang dunia II merupakan Perang dunia yang sesungguhnya karena melibatkan hampir semua benua, mulai dari Eropa, Afrika bahkan Asia. Front Eropa dikuasai oleh Jerman dan Italia, Afrika dikuasai oleh Inggris dan Asia dikuasai oleh Jepang. Kini setelah puluhan tahun berlalu, perang dunia II masih menyisakan banyak misteri yang belum terpecahkan. Salah satunya adalah fakta kedatangan Nazi di Indonesia.


Pagi-pagi buta tanggal 1 September 1939, Komando Tertinggi Jerman Mengeluarkan perintah harian yang berbunyi:


“Saat penuh cobaan telah tiba. Tatkala semua upaya lain telah habis, maka senjatalah yang harus memutuskan. Kami memasuki pertempuran ini dengan menyadari bahwa keadilanlah yang menuntun kami. Kami percaya akan Fuhrer, pemimpn kami. Maju bersama Tuhan, demi Jerman.”


Tidak ada suatu pernyataan resmi yang dikeluarkan, baik yang ditujukan untuk rakyat Jerman maupun dunia. Pengumuman pecahnya perang terdasyat dalam sejarah umat manusia ini adalah dari dentuman-dentuman meriam kapal perang Jerman Schleswig Holstein. 1,8 juta orang prajurit Jerman menyerbu Polandia dan mengawali pecahnya perang dunia II yang menghilangkan ratusan juta nyawa manusia. Menariknya, dari perang inilah terjadi perubahan peta perpolitikan militer secara drastis. Singkatnya PD II (1939-1945) membawa banyak perubahan dalam perangkat serta taktik militer.


Adalah Jerman yang melontarkan taktik perang serta persenjataan modern, seperti taktik Blizkrieg yang mampu menggulung raksasa Perancis dalam waktu singkat, serta London yang dibuat hancur dengan roket V-1 dan V-2 dan Luhtwaffe (Angkatan Udara Jerman) yang menjadi pengguna pertama pesawat bermesin jet. Karena itu walaupun Jerman keluar sebagai negara yang kalah dalam pertempuran ini namun Jermanlah yang justru merubah pola pikir perang kolosal menjadi perang modern.


Tahun 1939-1940 merupakan tahun kejayan bagi Jerman Nazi. Polandia dapat digulung Hitler kurang dari 3 minggu tepatnya 17 hari. Kemudian Perancis dapat ditaklukkan hanya melalui pertempuran selama lima hari. Lalu berturut-turut negara-negara Eropa berlutut di bawah Jerman, begitu pula dengan Belanda yang dikalahkan tahun 1940.


Kancah pertempuran Eropa rupanya berimbas juga pada keadaan di Hindia-Belanda. Bersamaan dengan ekspansi Jerman ke Belanda bulan Mei 1940, Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia menahan sebanyak 2.436 orang Jerman. Banyak diantara mereka merupakan pegawai kolonial, ahli budaya, insinyur, dokter, ahli minyak bumi dan juga diplomat bahkan seniman terkenal Walter Spies yang merupakan pendiri sekolah lukis di Bali juga ditangkap. Kemudian orang-orang Jerman ini dimasukkan dalam kamp pengasingan di Sumatra Utara . Proses penangkapan ini berlangsung hingga penghujung tahun 1941.


14 Desember 1941 pasukan Jepang mendarat di Borneo (Kalimantan). Pemerintah kolonial Belanda yang saat itu sudah dalam keadaan genting, melihat bahayanya jika para tahanan ini jatuh ke tangan Jepang karena Jepang telah bersekutu dengan Jerman. Maka Pemerintah Kolonial memutuskan untuk membawa para tahanan Jerman tersebut ke India yang merupakan koloni Inggris dengan maksud menyerahkan tawanan tersebut ke tangan Inggris.


Pada tanggal 18 Januari 1942 berangkatlah tiga kapal berbobot 3000 ton yang membawa tawanan. Kapal terakhir yang berangkat adalah Kapal van Imhoff dari Sibolga, Sumatra. Celaknya kapal tersebut tidak menggunakan tanda palang merah. Sehingga keesokan harinya tanggal 19 Januari 1942 van Imhoff mendapat serangan dari 2 pesawat pemburu milik Jepang. Dalam keadan panik, pasukan Belanda yang ditugaskan menjaga tawanan melarikan diri dengan perahu kargo yang ditarik dengan perahu motor penarik. Sebelumnya pasukan belanda tersebut telah merusak perahu sekoci, pompa air serta alat komunikasi. Beruntung masih ada satu sekoci yang belum dirusak atau tidak sempat dirusak, maka tawanan Jerman tersebut menaiki perahu kecil itu. Dari 477 tawanan 411 meninggal dan yang berhasil selamat sebanyak 64 orang dapat selamat dan mencapai Nias sedangkan 2 orang lainnya meninggal sesaat ketika mencapai Nias.


Tahun 1942 adalah tahun yang menentukan baik di medan perang Eropa ataupun Pasifik. Walaupun Jepang pada 8 Maret 1942 dapat mengalahkan Belanda di Indonesia namun pada setelah pertempuran di Midway (Juni 1942) dan kemudian di kepulauan Solomon (November 1942) yang mengakibatkan pengosongan Pulau Guadalcanal beberapa waktu kemudian, pamor Jepang di kancah Pasifik mulai merosot. Begitu pula dengan Jerman, operasi Barbarossa yang dilancarkan Hitler berbuah kehancuran bahkan dalam bulan November 1942 pasukan Rusia yang dipimpin oleh Marsekal Zukov mengurung Jerman di Stalingrad dan pada bulan November itu pula Rommel dikalahkan oleh Montgomery di front Afrika. Puncak kemalangan Jerman terjadi pada bulan Agustus 1943 dimana satu-satunya kilang minyak Jerman di Ploesti, Rumania di bom habis-habisan oleh tentara udara Sekutu. Walaupun Ploesti tetap berdiri namun hampir 50% kilang tersebut mengalami kerusakan.


Pada bulan Mei 1943 Kriegsmarine mengadakan persetujuan dengan Jepang. Inti persetujuan tersebut adalah untuk mengimport senjata perang yang ditukar dengan bahan baku seperti karet, minyak, timah, molybdan, wolfram dll. Kemudian di Jakarta Mayor Angkatan Laut Jerman, Dr. Herman Kandeler (yang juga merupakan wakil anggota diplomatik) meminta pada Jepang villa dan Perkebunan Helfferichs di Cikopo, Bogor diberikan kembali kepada Jerman. Maksudnya villa dan perkebunan ini untuk dijadikan tempat beristirahat awak U-boat yang telah mengalami pelayaran di bawah laut selama berbulan-bulan. Kemudian perkebunan ini diserahkan kepada Alber Vehring. Vehringlah yang menyediakan segala makanan selama awak U-boat tersebut berada di perkebunan.


Dalam catatan hariannya Peter Marl (merupakan salah satu awak U-boat) mengatakan:


“Mereka bisa menikmati tempat itu, surga tropis dan bisa melupakan sejenak untuk waktu yang singkat kejamnya perang dan bahayanya pelayaran laut”.


Tercatat selama periode 1943-1944, sebanyak 42 kapal selam telah dikirim ke Indonesia. Bahkan U-180 telah dua kali dikirim. Namun hanya sedikit sekali yang dapat kembali dengan selamat ke Perancis mengingat tahun-tahun tersebut laut telah dikuasai oleh Sekutu.
READMORE